SMA Martia Bhakti berdiri sejak tahun 1983. Keberadaannyadi kota Bekasi sebagai alternatif masyarakat yang membutuhkan Sekolah Berkualitas yang bernuansa Islam. terutama pada pelaksanaan Sholat berjammah di Masjid dan diawal waktu. tahsin serta tahfidz Al Qur’an Juz Ke 30.
Keunggulan :
~ Terakreditasi "A"
~ Dengan kurikulum KTSP dan sekolah standar nasional
~ Pembelajaran menggunakan sistem SKS dan moving class
~ Guru-guru lulusan s-1 dan s-2
~ Dan menyediakan beasiswa prestasi dan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi
~ Berprestasi dalam kegiatan Ekstrakulikuler Intrakulikuler
~ Lulusan diserap diberbagai perguruan tinggi negeri
~ Menyediakan program pelatihan kerja
Visi :
Menjadi Lembaga yang Berkualitas atas dasar iman dan taqwa
Misi :
* Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkualiats berdsarkan kurikulum yang
berlaku
* Melaksanakan pembinaan akhlakul karimah
* Menyiapkan peserta didik yang mampu bersaing di PerguruanTinggi
Tujuan :
Lulusan SMA Martia Bhakti diharapkan menjadi sosok generasi muda yang :
* Memiliki dasar – dasar pengetahuan yang cukup kuat guna melanjutkan ke jenjang
pendidikan berikutnya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan
* Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil
* Menguasai dasar – dasar komputer
Fasilitas :
* Masjid dengan kapasitas 1.500 jamaah
* Akses internet dengan teknologi MMA-ADSL 512
* Internet Hot Spol Area
* Ruang Broad Cating (siaran)
* Ruang multimedia
* Laboratorium Komputer
* Laboratorium Bahasa
* Laboratorium Biologi
* Laboratorium Kimia
* Laboratorium Fisika
* Planetarium Mini
* Perpustakaan
Ekskul :
> KIR
> MAFIA
> Badmintoon
> Voli
> Basket
> Futsal
> Rohis
> MAPANDA ( Mabhak Panjat Dinding dan Dayung )
> Tae Kwondo
> Seni
> Jurnal
> MEC
> Pramuka
> PMR
> Teater
Prestasi :
~ Juara II Rohis
~ Juara Lomba Pramuka
~ Juara Lomba Basket
dll
Selasa, 16 Februari 2010
PROFIL SMA MABHAK
Diposting oleh dhiyan amalia di 22.31 0 komentar
KIMIA
Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani χημεία khemeia "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom.
SEJARAH
Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kimia
Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan .
Diposting oleh dhiyan amalia di 20.48 0 komentar

